VIRUS.
Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah virologi. Virus
berasal dari bahasa Latin yang berarti racun’. Hampir semua ”virus”
menimbulkan penyakit pada makhluk hidup lain. Virus digolongkan ke dalam
kingdom tersendiri karena sifatnya. Virus hanya dapat dilihat dengan
mikroskop elektron.
Kapan virus ditemukan? Pada awalnya, sekitar tahun 1892, virus
digunakan untuk agen penyebab penyakit oleh Von Iwanovski (Rusia). Dia
menemukan penyebab penyakit pada daun tembakau (mosaic tembakau) yang
mampu menembus saringan bakteri. Jika daun sakit disentuhkan pada daun
sehat, daun sehat akan tertular penyakit ini. Akan tetapi, jika ekstrak
daun sakit dipanaskan hingga mendidih terlebih dahulu dan setelah dingin
dioleskan pada daun sehat, daun sehat tidak terserang penyakit ini.
Dari eksperimennya itu, Iwanovski menarik kesimpulan sementara bahwa
penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh bakteri patogen. Pada tahun
1893 ada penelitian baru yang mematahkan kesimpulan Iwanovski karena
hasil ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit
mosaik tembakau yang telah disaring dengan saringan keramik yang
tidak tertembus oleh bakteri dioleskan pada daun sehat maka daun sehat
tetap tertular penyakit mosaik. Dengan demikian, dia menduga bahwa
penyebab penyakit mosaik daun ini adalah bakteri yang sangat kecil.
Eksperimen M. Beijerinck dari Belanda mendukung teori Iwanovski.
Pada tahun 1935 kesimpulan Iwanovski dan M. Beijerink digugurkan oleh
Wendell M. Stanley, ilmuwan Amerika Serikat. Dia berpendapat bahwa
penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh virus.
Wendell mengisolasi dan mengkristalkan virus. Dia berpendapat bahwa
virus bukan sel karena dapat dikristalkan. Virus merupakan peralihan
antara benda hidup dan tak hidup. Virus tidak sama dengan bakteri karena
jika kristal virus ini disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang
sehat, virus akan aktif kembali dan melakukan penggandaan sehingga
menyebabkan penyakit.
Mulai saat itu, orang menjadi tahu bahwa penyebab penyakit yang
menyerang tembakau bukanlah bakteri patogen, tetapi virus yang sering
disebut dengan virus mosaik tembakau (Tobacco Mosaic Virus atau (TMV).
A. Ciri-Ciri Virus
Virus mempunyai sifat-sifat yang membedakannya dari mikroorganisme yang lain, yaitu:
1. dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA atau RNA saja;
2. dalam proses reproduksinya, hanya diperlukan asam nukleat;
3. berukuran sangat kecil sekitar 20 – 300 milimikron;
4. virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar
sel-sel hidup, dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang
mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk
memperbanyak diri;
5. multiplikasi terjadi pada sel-sel hospes;
6. dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali.
B. Struktur Virus
1. Bentuk Virus
Virus dapat berbentuk oval, batang (memanjang), huruf T, dan dapat juga berbentuk bulat.
Virus memiliki struktur yang sangat sederhana. Virus hanya terdiri
dari materi genetik berupa DNA atau RNA yang dikelilingi oleh suatu
protein pelindung yang disebut kapsid.
Pada beberapa virus, seperti virus herpes dan virus influenza, dapat
pula dilengkapi oleh sampul atau envelope dari lipoprotein (lipid dan
protein). Pembungkus ini merupakan membran plasma yang berasal dari sel
inang virus. Suatu virus dengan materi genetik yang terbungkus oleh
pembungkus protein disebut partikel virus atau virion.
Virus bukan sel atau makhluk hidup karena tidak memiliki sitoplasma
dan organel sel tidak melakukan metabolisme serta berukuran sangat kecil
sehingga tidak mungkin memiliki struktur sel.
2. Bagian Tubuh Virus
Bentuk virus (bakteriofag) terdiri dari kepala, selubung, dan ekor.
Kepala berbentuk heksagonal, terdiri dari kapsomer yang mengelilingi
DNA-nya. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer.
Selubung ekor berfungsi sebagai penginfeksi. Serabut-serabut ekor
terdapat di dasar selubung ekor, berfungsi sebagai penerima rangsang.
Deoxyribonucleid Acid (DNA) dan Ribonucleid Acid (RNA) adalah substansi
genetik yang membawa kode pewarisan sifat virus.

Keterangan:
1.asam nukleat ( ARN atau ADN )
2.kapsid
3.ekor
4.serabut ekor.
Berdasarkan penyusun intinya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan
virus RNA. Contoh virus DNA adalah virus cacar Contoh virus berasam inti
DNA adalah virus cacar, virus herpes, dan bakteriofag.. Contoh virus
RNA adalah virus influenza dan HIV.
3. Ukuran Virus
Virus berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron. Ukuran virus sekitar 20 – 300
milimikron, jauh lebih kecil dari ukuran bakteri, yaitu 10 mikron.
C. Cara Hidup Virus
Virus tidak dapat berdiri sendiri atau hidup bebas di alam ini. Virus
hidup secara parasit pada bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.
1 . Virus Bakteri
Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang
menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag memiliki inti asam
nukleat DNA atau RNA rantai tunggal. Contoh bakteriofag adalah E.
coli.
2 . Virus Tumbuh-tumbuhan
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus.
Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat
memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera. Di
alam virus ditularkan secara kontak langsung atau melalui vektor.
Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga.

3 . Virus Patogen pada Hewan
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau
RNApolinukleotida tunggal.Virus dapat menimbulkan penyakit rabies
(anjing gila), sampar pada ayam, ebola pada kera, dan penyakit kuku
padaternak. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau
melaluiperantara serangga. Untuk penelitiannya, diperlukan hewan
percobaan atau telur ayam yangsudah dierami. Selain itu, virus juga
dapat diperbanyak dengan kultur jaringan. Perbanyakan ini dapat
dilakukan dilaboratorium.
4 . Virus yang Menyerang Manusia
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air, cacar,
campak, influenza, polio, mata belek, hepatitis, demam berdarah,
diare,HIV AIDS, dan virus AI. Virus pada manusia dapat ditularkan secara
kontak langsung maupun tidak langsung. Mata belek, influenza, dan cacar
dapat ditularkan secara kontak langsung atau lewat udara. Hepatitis dan
polio dapat ditularkan melalui air sumur yang tercemar dan sendok atau
piring bekas penderita ataupun keringat penderita. Demam berdarah dapat
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara itu, virus
HIV AIDS dapat ditularkan melalui jarum suntik, air ludah, transfuse
darah, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, hubungan
kelamin,serta cairan vagina dan sperma.
D. Perkembangbiakan Virus (Replikasi Virus)
Virus bukanlah sel yang dapat berkembang biak sendiri. Cara
berkembang biak virus berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus tidak
mampu memperbanyak diri di luar sel-sel hidup sehingga dikatakan bahwa
virus
bukanlah makhluk hidup yang dapat hidup mandiri.
Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inang untuk
memperbanyak dirinya. Replikasi terjadi di dalam sel inang. Replikasi
ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu,virus akan keluar dari
sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus atau
virion.
1. Siklus Litik
a. Tahap Adsorpsi
Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri.
Virus hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus
yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel
disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah
menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan
atau membuat lubang pada sel inang.
b . Tahap Injeksi
Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan
lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga ke dalam
sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel,
sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri.Jika
sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.
c . Tahap Sintesis (Pembentukan)/ Eklifase
Virus tidak dapat melakukan sintesis sendiri, tetapi virus akan
melakukan sintesis dengan menggunakan sel inangnya. Setelah asam nukleat
disuntikan ke dalam sel inang, segera menimbulkan perubahan perubahan
besar pada metabolisme sel yang terinfeksi (sel inang atau bakteri).
Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA
bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini
digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya.
Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus
akan mereplikasi diri berulang kali dengan jalan mengopi diri dalam
jumlah yang sangat banyak. Sintesis DNA virus dan protein terbentuk atas
kerugian sintesis bakteri yang telah rusak. DNA virus ini kemudian akan
mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid
virus.
d . Tahap Perakitan
Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala,
ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid
yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan
DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100 s/d 200
buah.
e . Tahap Litik
Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan
pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk
mencari sel-sel inang yang baru. Jangka waktu yang dilewati lima tahap
ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat bervariasi, tergantung dari
jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.
2. Siklus Lisogenik
a . Tahap Adsorpsi dan Tahap Injeksi ,sama seperti tahap adsorpsi dan tahap injeksi siklus litik.
b . Tahap Penggabungan, tahap ini adalah tahap
ketika DNA virus masuk ke dalam tubuh bakteri dan terjadinya
penggabungan antara DNA bakteri dan DNA virus. Kemudian, terbentuklah
rangkaian DNA yang utuh yang telah terinfeksi atau tersisipi DNA virus,
disebut profage atau gen asing.
c . Tahap Pembelahan ,ketika DNA bakteri melakukan
replikasi selnya secara langsung, profag juga melakukan replikasi.
Demikian juga ketika sel bakteri mengalami pembelahan, secara langsung
dua anak sel bakteri yang mengandung profag tersebut juga ikut mengalami
pembelahan.Dengan kata lain, jumlah profag sama dengan jumlah sel
bakteri inangnya.
d . Tahap Sintesis
Pada kondisi lingkungan tertentu,misalnya imunitas bakteri turun
profag menjadi aktif. Profag dapat saja memisahkan diri dengan DNA
bakteri dan merusak DNA bakteri. Kemudian menggantikan peran DNA bakteri
dengan DNA virus untuk sistesis protein yang berfungsi sebagai kapsid
bagi virus-virus baru dan replikasi DNA.
e . Tahap Perakitan
Pada tahap ini, terjadi perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh
sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh, diisi dengan DNA
hasil replikasi, terjadilah virus-virus baru.
f. Tahap Litik
Tahap ini sama dengan tahap litik pada siklus litik saat dinding
bakteri akan pecah dan virus baru berhamburan keluar. Virus baru ini
selanjutnya akan menyerang bakteri yang lain. Begitu seterusnya, virus
akan mengalami siklus litik atau lisogenik .
E. Peran Virus dalam Kehidupan
1. Virus yang Menguntungkan
DNA sebagai pembawa materi genetik dapat mengubah sifat makhluk
hidup. Dalam siklus lisogenik, penggabungan DNA bakteri dan DNA virus
menjadikan DNA bakteri mengandung DNA virus.
a. Memproduksi Vaksin
Vaksin merupakan patogen yang telah dilemahkan sehingga tidak
berbahaya jika menyerang manusia. Ada beberapa virus yang dimanfaatkan
untuk memproduksi vaksin. Jika telah diberi vaksin, tubuh manusia akan
dapat memproduksi antibodi sehingga jika sewaktu-waktu terserang patogen
yang sebenarnya, tubuh manusia tersebut telah kebal karena di dalam
tubuhnya telah diproduksi antibodi patogen tersebut.
b . Membuat Antitoksin
Gen manusia adalah gen yang menguntungkan yang dapat mengendalikan
produksi antitoksin. Jika oleh DNA virus, DNA manusia disambungkan
dengan DNA bakteri, sel bakteri tersebut akan mengandung gen manusia
penghasil antitoksin. Jadi, yang mulanya gen bakteri tidak mengandung
antitoksin manusia, sekarang mampu memproduksi antitoksin
manusia.Pembelahan akan terus-menerus dilakukan oleh bakteri.
Setiapbakteri baru dipastikan mengandung antitoksin yang dihasilkan
oleh DNA manusia. Antitoksin dapat dipisahkan dan dimanfaatkan untuk
pelawan penyakit pada manusia. Dengan rekayasa genetik, dapat dikatakan
bahwa virus dapat dimanfaatkan sebagai perantara gen manusia atau gen
makhluk hidup lainnya untuk masuk ke dalam selbakteri agar sel bakteri
tersebut membawa sifat gen manusia atau gen makhluk hidup lain.
c. Melemahkan Bakteri
Virus yang menyerang bakteri patogen merupakan virus yang
menguntungkan. Jika DNA virus lisogenik menginfeksi DNA bakteri patogen,
bakteri tersebut menjadi melemah atau tidak berbahaya.
2. Virus yang Merugikan
a . Influenza
Virus influenza berbentuk bulat. Pernahkah kalian terserang virus
inluenza? Tanda-tanda orang yang terkena virus influenza adalah
timbulnya ingus, suhu badan meningkat, demam, nyeri otot, dan nafsu
makan menurun. Virus ini menyerang bagian atas saluran pernapasan. Ada
sekitar 190 macam virus penyebab influenza. Karena macamnya yang banyak,
jika seseorang telah sembuh dari serangan virus influenza, ada
kemungkinan terserang lagi oleh virus influenza yang berbeda. Virus ini
dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, mengusahakan tubuh
tetap sehat, olahraga yang cukup, dan banyak mengonsumsi buah dan sayur
yang mengandung vitamin C.
b . Cacar
Virus cacar berbentuk seperti bata yang berlapis dua membran.Virus
cacar terdiri atas inti yang berisi DNA pita rangkap yang mengandung
protein. Virus cacar tahan terhadap kekeringan sehingga mempunyai daya
tular yang tinggi. Cacar dapat menyerang tubuh manusia. Virus cacar
menginfeksi manusia melalui saluran pernapasan bagian atas dan menyebar
melalui darah. Akhirnya, virus diam di dalam kulit dan menimbulkan
gelembunggelembung kecil dan datar. Setelah pecah, akan menimbulkan
bopeng pada tubuh dan wajah. Masa inkubasi virus ini adalah 12 – 16
hari.
Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini adalah suhu badan terasa panas
dingin, demam, lesu, menggigil, sakit kepala, dan sakit
punggung.Penularan penyakit cacar dapat melalui kontak langsung dengan
sumber infeksi, sekresi hidung, mulut, dan benda yang telah
terkontaminasi oleh virus, seperti handuk, washlap, selimut, baju, dan
seprai. Untuk mencegah terjalar atau terjangkit penyakit cacar, dapat
dilakukan dengan pemberian vaksin cacar. Vaksinasi aktif ini dapat
menginduksi antibodi dalam serum dan memberi imunitas terhadap penyakit
cacar yang sebenarnya.
c . Polio
Virus polio sering menyerang anak-anak. Gejala yang ditimbulkan
adalah demam tinggi, mengantuk, tenggorokan sakit, mual, muntah,
sakitkepala, serta tulang belakang dan tulang leher terasa kaku. Jika
virus ini menyerang selaput otak dan merusak sel saraf otak depan, akan
menyebabkan kelumpuhan. Sumber virus berada dalam saluran usus penderita
polio. Virus dapat ditularkan melalui feses orang yang telah terserang
polio. Jika makanan yang telah terkontaminasi kita makan, kita akan
tertular. Selain itu, dapat juga ditularkan melalui infeksi saluran
pernapasan. Masa inkubasinya antara 3 – 35 hari atau 7 – 14 hari.Polio
dapat dicegah dengan pemberian vaksin polio.
d . Herpes Zoster
Herpes zoster disebabkan oleh serangan virus Varisela yang menyerang
saraf sensoris. Herpes ini biasa disebut dengan cacar air. Pada
anak-anak, cacar air merupakan penyakit yang ringan, tetapi pada orang
dewasa, serangan virus ini dapat mengakibatkan kematian. Gejala yang
ditimbulkan oleh seranga

n
virus ini adalah demam dan timbul gelembung kulit yang datar. Varisela
menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, kemudian menyebar melalui
darah dan berhenti di dalam kulit. Masa inkubasinya adalah 14 – 16 hari.
Infeksi oleh virus ini hanya terjadi di sepanjang saraf sensoris yang
terinfeksi. Jika virus ini menginfeksi sumsum tulang belakang, akan
menyebabkan kelumpuhan, tetapi dalam 2 – 4 minggu dapat disembuhkan.
Agar tidak terinfeksi virus ini lagi, kita harus menjaga tubuh agar
tetap fit. Virus ini akan aktif kembali jika daya tahan tubuh kita
menurun.
e . Rabies
Rabies atau penyakit anjing gila disebabkan oleh virus rabies yang
menyerang sistem saraf pusat penderita. Virus rabies dapat menginfeksi
semua hewan berdarah panas, seperti anjing, serigala, dan kucing.
Penularannya dapat melalui gigitan dari hewan yang telah terinfeksi.
Masa inkubasinya adalah 10 – 14 hari. Virus rabies juga dapat
menginfeksi manusia. Gejala yang ditimbulkan adalah hirdopobia (takut
air), sakit kepala, tertawa tanpa sebab, lesu, demam, gugup, dan lumpuh.
Pengobatan penyakit rabies dapat dilakukan dengan pemberian vaksin
rabies.
f . Gondong
Penyebab gondong adalah serangan virus RNA yang menginfeksi otak,
kelenjar parotid, pankreas, dan jantung. Biasanya, infeksi pada kelenjar
parotid menyebabkan bengkak dibelakang telinga. Orang yang pernah
terserang virus ini akan memiliki kekebalan terhadap gondong.
g . Mata Belek
Virus belek menyerang mata. Virus belek mengakibatkan rasa sakit,
mata merah, bengkak, mengeluarkan air mata, dan mengeluarkan kotoran
mata yang banyak.
h. Ebola
Virus ebola hanya menyerang manusia dan kera. Awalnya virus ebola
menyerang sel darah putih makrofag dan fibroblas. Setelah itu, virus
menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan jaringan ikat di bawahnya.
Setelah 7 hari, penderita akan mengalami pendarahan di dalam tubuh dan
menderita kerusakan ginjal dan hati. Keadaan ini menimbulkan demam,
sakit kepala, dan lelah sekali. Selanjutnya, penderita ebola akan
mengalami penggumpalan darah dan pendarahan, baik di dalam maupun di
luar tubuh.
i. Kanker
Kanker juga dapat disebabkan oleh virus. Virus yang menginfeksi akan
mengalami pembelahan sel yang tidak ada hentinya sehingga dapat memicu
timbulnya kanker.
j . Demam Berdarah (DB)
Penyebab penyakit demam berdarah adalah infeksi virus Dengue.Virus
ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.Infeksi virus Dengue
menyebabkan turunnya jumlah trombosit (pembeku darah) dalam tubuh
penderita. Penderita yang telah parah akan mengalami pendarahan pada
organ-organ tubuh yang berakibat pada kematian. Gejala awal yang sering
timbul dari penderita DB adalah demam tinggi, timbul bercak merah,
terutama pada lekukan tubuh, mimisan, dan sakit kepala, kadang-kadang
disertai mual dan muntah.
k . Herpes Genitalis
Berbeda dengan dua penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri.
Herpes genetalis disebabkan oleh virus Herpes simpleks. Rasa gatal dan
sakit di daerah kelamin menyebabkan penderita menggaruk bagian yang
terasa gatal tersebut. Bekas garukan berupa lepuhan-lepuhan kecil berair
dan jika digaruk lagi, akan menimbulkan luka terbuka atau infeksi.
l. Hepatitis A, B, dan C
Hepatitis disebabkan oleh serangan virus yang menginfeksi hati.
Biasanya, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui
udara, jarum suntik, makanan dan minuman, serta transfusi darah.
Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan
kebersihan makanan di lingkungan hidup kita. Hepatitis A. Penularannya
melalui mulut, makanan, dan minuman.
Hepatitis A merupakan infeksi kronis yang dapat disembuhkan dengan
pemberian antibodi dan vaksin. Hepatitis B. Penularannya melalui cairan
tubuh, transfusi darah, dan bawaan lahir yang diturunkan oleh ibunya.
Penyakit ini ada yang dapat disembuhkan dengan pemberian antibodi dan
vaksin, tetapi ada juga yang berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.
Hepatitis C. Tidak terdapat gejala pada penyakit ini, tetapi setelah
beberapa puluh tahun, baru terditeksi sehingga biasanya kondisi
penderita sudah parah. Belum ada vaksin yang dapat menyembuhkannya.
Pemberian interferon hanya dapat menghambat perkembangbiakan virus.
m. AIDS
Penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh
adanya infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV dapat
merusak sistem kekebalan tubuh.Kerusakan sistem jaringan tubuh ini
bersifat permanen sehingga tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi
atau jenis kanker tertentu lainnya.
Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa. Penyakit AIDS
ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar
HIV (transfusi darah), dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran
lainnya yang tercemar HIV. Seseorang yang dalam tubuhnya terdapat virus
AIDS akan terlihat sehat atau merasa sehat, tetapi sebenarnya keadaan
ini sangat menular dan berbahaya bagi orang lain. Seorang perempuan yang
terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada janin yang dikandungnya.
Gejala-gejala orang yang terinfeksi HIV AIDS adalah:
1) mengeluarkan banyak keringat pada malam hari;
2) terus-menerus merasa lelah tanpa sebab yang jelas;
3) sakit kepala berkepanjangan;
4) batuk kering;
5) sering merasa sulit bernapas;
6) diare kronis;
7) selama beberapa minggu suhu badan di atas 38 °C;
8) pembengkakan kelenjar limfe dalam tiga bulan atau lebih.
Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit AIDS.
Satu-satunya harapan untuk mengontrol AIDS hanyalah melalui pendidikan
dan mengubah perilaku manusia. Untuk mencegah meluasnya HIV AIDS,
penyuluhan-penyuluhan tentang bahaya HIV AIDS terhadap masyarakat
terutama para remaja dan terhadap kelompok risiko tinggi . Selain itu,
karena HIV AIDS merupakan penyakit kelamin yang lazimnya ditularkan
melalui hubungan seksual. Cara untuk mencegah tertularnya penyakit ini
adalah tidak melakukan hubungan seksual secara bebas atau berganti-ganti
pasangan seks di luar nikah.